Laju Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tak Mampu Mengerem Pelemahan Rupiah Hari Ini (5/5)

Selasa, 05 Mei 2026 | 17:22 WIB
Laju Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tak Mampu Mengerem Pelemahan Rupiah Hari Ini (5/5)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 yang tinggi tak mampu mengerem pelemahan nilai tukar rupiah. Selasa (5/5), kurs rupiah di pasar spot kembali mencetak rekor paling lemah baru.

Hari ini, kurs rupiah spot melemah Rp 30 atau 0,17% menjadi Rp 17.424 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Senasib, kurs rupiah Jisdor juga menyentuh rekor tertinggi baru di angka Rp 17.425 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 57 atau 0,33% ketimbang hari sebelumnya.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2026. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini meningkat 5,61%.

Ini adalah pertumbuhan tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi 54%. Sementara belanja pemerintah yang melonjak hampir 22% hanya menyumbang 6,72% PDB Indonesia.

Di tengah pelemahan kurs rupiah yang terjadi terus menerus, Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi di pasar valutas asing. Intervensi dilakukan melalu kontrak NDF baik di luar negeri maupun domestik, di pasar spot, serta pada obligasi negara di pasar sekunder.

Selain rupiah, pelemahan juga terjadi pada yen Jepang yang melemah 0,24%. Rupee India melemah 0,21%.

Ringgit Malaysia melemah 0,15%. Dolar Hong Kong melemah 0,05%.

Sejumlah mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,32%. 

Yuan China menguat 0,16%. Dolar Taiwan menguat 0,05%.

Peso Filipina menguat 0,03%. Baht Thailand menguat 0,03%. Dolar Singapura menguat 0,02%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,11% menjadi 98,48. Indeks dolar menguat dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]