Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Pada perdagangan hari Jumat (23/10/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan penurunan sebesar Rp 10.000 per gram.
Harga emas Antam berada di posisi Rp 2.540.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp 2.550.000 per gram.
Berapa selisih antara harga beli dan harga buyback emas Antam hari ini?
| Keterangan | Harga (per gram) |
| Harga Emas Antam | Rp 2.540.000 |
| Harga Buyback | Rp 2.335.000 |
| Selisih (Spread) | Rp 205.000 |
Baca Juga: IHSG Menguat Hari Keempat, Asing Tetap Net Sell Rp 1,29 Triliun pada Jumat (23/10)
Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 30.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.365.000 per gram menjadi Rp 2.335.000 per gram.
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih antara harga emas dan harga buyback adalah Rp 205.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).
Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 2.540.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 2.335.000 per gram oleh Logam Mulia.
Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah 3 Hari Beruntun, Ditutup Rp 18.080 Per Dolar Pekan Ini (23/10)
Analisis Potensi Keuntungan Investasi Emas Batangan Jangka Panjang
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung atau rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu:
| Tanggal Pembelian | Harga per gram | Potensi Laba/Rugi |
| 16 Oktober 2026 | Rp 2.565.000 | -8,97% (rugi) |
| 23 September 2026 | Rp 2.630.000 | -11,22% (rugi) |
| 23 Juli 2026 | Rp 2.640.000 | -11,55% (rugi) |
| 23 April 2026 | Rp 2.805.000 | -16,76% (rugi) |
| 23 Januari 2026 | Rp 2.880.000 | -18,92% (rugi) |
| 23 Oktober 2025 | Rp 2.321.000 | 0,60% (untung) |
| 23 Juli 2025 | Rp 1.970.000 | 18,53% (untung) |
| 23 April 2025 | Rp 1.991.000 | 17,28% (untung) |
| 23 Januari 2025 | Rp 1.607.000 | 45,30% (untung) |
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan Hari Ini (23/10), Naik atau Turun?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
