Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Pada perdagangan hari Rabu (22/7/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan kenaikan sebesar Rp 3.000 per gram.
Harga emas Antam berada di posisi Rp 2.635.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp 2.632.000 per gram.
Pergerakan Harga Emas Antam dan Harga Buyback Terbaru
Berapa selisih antara harga beli dan harga buyback emas Antam ?
| Keterangan | Harga (per gram) |
| Harga Emas Antam | Rp 2.635.000 |
| Harga Buyback | Rp 2.386.000 |
| Selisih (Spread) | Rp 249.000 |
Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 22 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran
Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia naik Rp 14.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.372.000 per gram menjadi Rp 2.386.000 per gram.
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih antara harga emas dan harga buyback adalah Rp 249.000 per gram.
Baca Juga: IHSG Turun Hari Ini (22/7), Menyetop Reli 9 Hari Diiringi Net Sell Asing
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).
Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah ke Level Rp 17.917 Per Dolar AS Hari Ini (22/7)
Jadi, jika pagi membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 2.635.000 per gram.
Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 2.386.000 per gram oleh Logam Mulia. Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.
Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (22 Juli 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Analisis Potensi Keuntungan Investasi Emas Batangan Jangka Panjang
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang.
Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Baca Juga: Harga Emas Antam (21/7) Naik, Spread dengan Harga Buyback Rp 260.000 per Gram
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung atau rugi andaikata para investor emas melakukannya pada beberapa kurun waktu:
| Tanggal Pembelian | Harga per gram | Potensi Laba/Rugi |
| 15 Juli 2026 | Rp 2.635.000 | -9,45% (rugi) |
| 22 Juni 2026 | Rp 2.668.000 | -10,57% (rugi) |
| 22 April 2026 | Rp 2.830.000 | -15,69% (rugi) |
| 22 Januari 2026 | Rp 2.790.000 | -14,48% (rugi) |
| 22 Oktober 2025 | Rp 2.337.000 | 2,10% (untung) |
| 22 Juli 2025 | Rp 1.946.000 | 22,61% (untung) |
| 22 April 2025 | Rp 2.039.000 | 17,02% (untung) |
| 22 Januari 2025 | Rp 1.606.000 | 48,57% (untung) |
| 22 Oktober 2024 | Rp 1.510.000 | 58,01% (untung) |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
