Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di tengah tekanan pada dolar Amerika Serikat (AS). Rabu (11/2), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 25 atau 0,15% menjadi Rp 16.786 per dolar AS.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 18 atau 0,11% menjadi Rp 16.781 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahkan masih ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan lebih lanjut. Bank Indonesia mungkin akan melanjutkan penurunan suku bunga jika inflasi rendah, ekonomi domestik stabil, dan rupiah lebih terkendali.
Di kawasan Asia, hampir seluruh mata uang menguat terhadap dolar AS. Hanya rupee India yang melemah 0,17% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Investor Wajib Tahu! IHSG Naik 1,24%, Net Sell Asing Masih Besar
Sementara yen Jepang mencatat penguatan terbesar, yakni 0,75%. Won Korea menguat 0,56%. Baht Thailand menguat 0,49%.
Dolar Taiwan menguat 0,40%. Peso Filipina menguat 0,40%. Dolar Singapura menguat 0,2%.
Ringgit Malaysia menguat 0,20%. Yuan China menguat 0,05%. Dolar Hong Kong menguat 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah di hari keempat berturut-turut. Indeks dolar turun 0,21% menjadi 96,59.
Para investor meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga Federal Reserve menyusul tanda-tanda baru pelemahan ekonomi AS.
Kekhawatiran menjelang data penggajian AS yang akan dirilis malam nanti dan data inflasi pada Jumat lusa memberikan alasan lebih lanjut bagi para trader untuk mengurangi posisi dolar.
Selanjutnya: IHSG Menguat 1,96% ke 8.290 pada Rabu (11/2/2026), BRPT, MAPI, BUMI Top Gainers LQ45
Menarik Dibaca: 5 Cara Membuat Alis Natural Anti Gagal, Cukup Pakai Pensil Alis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
