Wicaksana Overseas International Tbk.

Sector : Consumer Non-Cyclicals
Jl. Ancol Barat Vii Blok A 5d No. 2 Jakarta Utara 14430
62-21-692-7293
www.wicaksana.co.id
0
0 (0,00%)
Data are delayed by at least 10 minutes

Summary

Open 0
Previous Close 440
Bid 412
Day high 0
Day Low 0
Value 0.0 K
Volume 0
Frequency 0
Powered by RTI
graphic-chart

Prediksi Pasar Saham

Saham Terkait

Berita Terkait

Wicaksana Overseas (WICO) catat penjualan neto Rp 3,09 triliun pada tahun 2020
Industri | 03 Juni 2021
Wicaksana Overseas International (WICO) catat penjualan neto Rp 3,09 triliun pada tahun 2020.
Setelah Sempat Merugi, WICO Akhirnya Cuan di Semester I Tahun Ini
Insight | 14 Agustus 2020
Penjualan PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) bahkan naik 153,14% menjadi  Rp 1,58 triliun.
Sudah serap capex Rp 10 miliar, Wicaksana Overseas (WICO) kejar target 10 klien baru
Industri | 13 Agustus 2020
Serapan capex Wicaksana Overseas (WICO) digunakan untuk membenahi infrastruktur, SDM dan sistem teknologi informasi.
Wicaksana Overseas (WICO) proyeksikan bisa meraih laba bersih di tahun depan
Industri | 13 Agustus 2020
Wicaksana Overseas International (WICO) memproyeksikan baru bisa meraih laba bersih di tahun depan.
Wicaksana Overseas International (WICO) Menambah Dua Prinsipal Baru
Insight | 22 Juli 2019
Wicaksana Overseas International (WICO) menjalin kerjasama dengan Signify dan Mars Inc.
Wicaksana Overseas International (WICO) kejar target Rp 1,4 triliun
Industri | 21 Juli 2019
WICO di tahun 2019 ini telah memenangkan beberapa kerjasama baru.
WICO segera beralih pemilik
Investasi | 11 Juli 2017
DKSH akan membeli 761,37 juta saham atau 60% saham WICO.
WICO perluas wilayah distribusi
Investasi | 17 Mei 2017
WICO menganggarkan capex Rp 10 miliar tahun ini
Saham WICO kembali melejit pasca suspensi dibuka
Investasi | 11 April 2013
Pada pukul 09.15 WIB, saham WICO mendaki 16,13% menjadi Rp 180.
Suspensi dicabut, saham WICO langsung anjlok 12,7%
Investasi | 02 Maret 2011
Kemarin, saham WICO disuspen karena naik signifikan hingga 136% pada periode 31 Januari hingga 28 Februari 2011.
loading
Close [X]