Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah tertekan lagi ke atas level Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS). Senin (11/5), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 32 atau 0,18% menjadi Rp 17.414 per dolar AS.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 40 atau 0,23% menjadi Rp 17.415 per dolar AS.
Ini adalah pelemahan rupiah dalam dua hari perdagangan berturut-turut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah belum mengaktifkan Dana Stabilisasi Obligasi atawa Bond Stabilization Fund. Sebagai gantinya, pemerintah akan menggunakan semua langkah yang tersedia untuk membantu stabilisasi pasar obligasi.
Purbaya menambahkan, Dana Stabilisasi Obligasi hanya diaktifkan saat terjadi krisis.
Dari eksternal, ada penolakan AS dan Iran terhadap proposal perdamaian masing-masing. Hal ini memperkuat dolar dan mengangkat harga minyak lebih tinggi.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (11 Mei 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia. Peso Filipina tertekan 0,84% terhadap dolar As.
Rupee India melemah 0,77%. Baht Thailand melemah 0,64%.
Won Korea melemah 0,62%. Yen Jepang melemah 0,20%.
Dolar Singapura melemah 0,14%. Ringgit Malaysia melemah 0,08%.
Yuan China menguat 0,07%. Dolar Taiwan menguat 0,02%. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,04%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,03% menjadi 97,93.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
