Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di tengah tekanan yang terjadi pada mata uang Asia. Kamis (26/3), kurs rupiah di pasar spot menguat tipis Rp 7 atau 0,04% menjadi Rp 16.904 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor juga menguat tipis Rp 2 atau 0,01% menjadi Rp 16.903 per dolar AS.
Imbal hasil obligasi negara Indonesia stabil setelah pemerintah menyatakan sedang mempertimbangkan langkah-langkah penghematan untuk mengurangi risiko kenaikan harga minyak.
Penghematan ini terutama untuk kebutuhan kementerian dan lembaga. Terbaru, pemerintah juga menghitung penghematan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya tidak masuk sasaran penghematan.
Total anggaran yang akan dihemat mencapai sekitar Rp 120 triliun, termasuk program MBG. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemarin mengatakan bahwa Rp 100 triliun cadangan pemerintah telah dipindahkan ke bank-bank milik negara untuk mendukung permintaan obligasi pemerintah dan membatasi kenaikan imbal hasil.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis Hari Ini (25/3), Sempat Tembus Rp 17.006 Saat Libur
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Ringgit Malaysia paling terpuruk dengan pelemahan 0,72%. Baht Thailand melemah 0,37%.
Peso Filipina melemah 0,25%. Won Korea melemah 0,19%. Dolar Singapura melemah 0,12%.
Rupee India melemah 0,11%. Dolar Hong Kong melemah 0,06%.
Yuan China melemah 0,02%. Yen Jepang melemah tipis 0,02%.
Selain rupiah, penguatan hanya terjadi pada dolar Taiwan yakni menguat 0,04%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,11% menjadi 99,71. Indeks dolar menguat dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Israel dan Iran masih saling melancarkan serangan rudal di tengah ketidakpastian status potensi perundingan perdamaian.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir sebulan. Sementara Iran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan untuk diskusi.
Iran menginginkan jaminan, termasuk bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan mereka, ganti rugi atas kerusakan perang, dan pengakuan otoritas Iran atas Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
