Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah lagi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini adalah pelemahan hari kelima bagi rupiah.
Rabu (7/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 16.780 per dolar AS.
Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.785 per dolar AS.
Pada lelang Surat Berharga Negara (SBN) perdana tahun 2026 pada Selasa (6/1), total permintaan masuk mencapai Rp 90,96 triliun. Dari total permintaan masuk, pemerintah memenangkan sebesar Rp 40 triliun.
Baca Juga: Grafik Harga Emas 24 Karat Antam Terbaru ( 7 Januari 2026), Naik atau Turun?
Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, pemerintah menargetkan perolehan dana dari lelang surat utang mencapai Rp 220 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini mirip dengan target kuartal pertama tahun lalu.
Pada lelang pekan ini, pemerintah membayar imbal hasil yang lebih rendah. Imbal hasil tertimbang rata-rata yang dimenangkan untuk tenor 5 tahun seri FR0109 sebesar 5,43%, turun dari lelang terakhir tahun lalu di angka 5,51%.
Sejalan, imbal hasil rata-rata tertimbang dimenangkan untuk SBN acuan tenor 10 tahun seri FR0108 sebesar 6,08%, lebih rendah ketimbang lelang terakhir tahun lalu di angka 6,11%. Penurunan ini menunjukkan minat pada SBN meningkat di awal tahun.
Tak sendirian, mayoritas mata uang Asia pun melemah bersama dengan rupiah. Peso Filipina mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,25%.
Ringgit Malaysia melemah 0,22%. Baht Thailand melemah 0,21%. Yuan China melemah 0,09%.
Dolar Singapura melemah 0,08%. Dolar Taiwan melemah 0,01%.
Baca Juga: Naik 5 Hari, IHSG Mencapai Rekor Tertinggi Lagi di 8.933,61 Hari Ini (6/1)
Rupee India justru menguat 0,27% terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,05%.
Won Korea menguat 0,03%. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia sore ini menguat 0,08% menjadi 98,65.
Kenaikan pasar saham yang terjadi sejak awal tahun mulai kehilangan bahan bakar. Harga logam mulia pun turun setelah naik tiga hari beruntun.
Pasar keuangan berpotensi menghadapi tantangan besar di tengah ketegangan geopolitik yang melanda seluruh dunia.
Selanjutnya: Pasar Otomotif Lesu, Ini Strategi WOM Finance Hadapi Tahun 2026
Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
