Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di perdagangan perdana semester kedua 2026. Rabu (1/7), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 45 atau 0,25% menjadi Rp 17.952 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 62 atau 0,35% menjadi Rp 17.961 per dolar AS.
Kabar buruk yang muncul hari ini adalah inflasi yang makin tinggi serta defisit neraca dagang pertama setelah surplus dalam 72 bulan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi tahunan pada Juni 2026 mencapai 3,34%. Angka ini naik ketimbang Mei 2026 yang sebesar 3,08%.
Pada Juni tahun lalu, laju inflasi tahunan bulan Juni mencapai 1,87%, menguat dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,87%.
Inflasi Juni ini masih lebih rendah jika dibandingkan bulan Lebaran pada Maret 2026 yang sebesar 3,48%.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,92%, Asing Jual Bersih Rp 577 Miliar pada Hari Pertama Semester II
Selain laju inflasi, BPS juga melaporkan neraca dagang bulan Mei 2026. Indonesia mencatat defisit perdagangan pertama setelah surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Defisit neraca dagang mencapai US$ 1,61 miliar pada Mei 2026. Ekspor pada bulan tersebut mencapai US$ 23,20 miliar dan impor sebesar US$ 24,81 miliar.
Defisit neraca migas bahkan mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 3,76 miliar. Dalam dua bulan laporan terakhir, yakni April dan Mei, defisit migas terus melonjak di tengah kenaikan harga minyak. Defisit neraca migas pada bulan April 2026 mencapai US$ 3,44 miliar.
Kurs rupiah tak cuma tertekan oleh sentimen negatif dalam negeri. Mata uang Asia pun kompak melemah terhadap the greenback. Rupee India bahkan melemah 0,61% dan memimpin pelemahan mata uang Asia.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Hari Ini (1 Juli 2026), Naik atau Turun?
Won Korea melemah 0,56%. Baht Thailand dan peso Filipina melemah masing-masing 0,47%.
Ringgit Malaysia melemah 0,23%. Dolar Singapura melemah 0,22%. Dolar Taiwan melemah 0,12%.
Yuan China dan yen Jepang melemah masing-masing 0,09%. Terakhir, dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,23% menjadi 101,42.
Indeks dolar menguat dalam dua hari terakhir di tengah laporan kenaikan tingkat lapangan kerja swasta AS. Tingkat rekrutmen swasta meningkat 98.000 pada bulan Juni dibandingkan 122.000 pada Mei, menurut ADP Research Institute dan Stanford Digital Economy Lab.
Dari kabar pasar, para trader pasar dana federal meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan Juli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
