Menguat Hari Ini (14/1), Rupiah Menghentikan Pelemahan 8 Hari Beruntun

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:18 WIB
Menguat Hari Ini (14/1), Rupiah Menghentikan Pelemahan 8 Hari Beruntun
ILUSTRASI. Rabu (14/1), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 12 atau 0,07% menjadi Rp 16.865 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah akhirnya menghentikan reli pelemahan yang terjadi delapan hari perdagangan beruntun. Rabu (14/1), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 12 atau 0,07% menjadi Rp 16.865 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor juga menguat tipis Rp 4 atau 0,02% menjadi Rp 16.871 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi untuk menyokong nilai tukar rupiah.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan bahwa nilai tukar rupiah bergerak sejalan dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat," kata Erwin Hutapea, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia seperti dikutip Bloomberg.

Tak cuma BI, Reserve Bank of India pun dilaporkan turut melakukan intervensi lewat penjualan dolar. Langkah kedua bank sentral ini terjadi di tengah pelemahan mata uang Asia secara luas yang terjadi belakangan. 

Hari ini, mayoritas mata uang Asia menguat setelah kemarin mayoritas melemah. Won Korea memimpin penguatan sebesar 0,35%.

Baht Thailand menguat 0,35%. Ringgit Malaysia menguat 0,24%. Yen Jepang menguat 0,18%.

Dolar Singapura menguat 0,13%. Dolar Taiwan menguat 0,08%. Yuan China menguat 0,07%.

Dolar Hong Kong menguat 0,04%. Rupee India menguat 0,02%.

Hanya peso Filipina yang tercatat melemah 0,18% terhadap dolar AS hari ini.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah tipis 0,01% menjadi 99,12 setelah kemarin menguat 0,28%.

Selanjutnya: KB Bank Optimistis Cost of Fund Terus Turun pada 2026

Menarik Dibaca: IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]