Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah semakin tertekan menjelang akhir bulan. Kamis (30/7), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 38 atau 0,21% menjadi Rp 18.111 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor justru menguat Rp 9 atau 0,05% menjadi Rp 18.078 per dolar AS. Penguatan tipis ini belum mampu membalikkan pelemahan rupiah yang terjadi sepekan terakhir.
Pelemahan kurs rupiah tertahan setelah Federal Reserve AS menahan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR). Meski FFR tetap, hasil pemungutan suara para pejabat The Fed pecah. Hal ini menandakan peningkatan keyakinan di antara pejabat bank sentral bahwa suku bunga yang lebih tinggi mulai diperlukan untuk menahan inflasi.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia memperkuat upaya untuk stabilisasi rupiah setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri di awal pekan. Pasar keuangan akan tetap mencermati arah kebijakan BI selanjutnya.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 30 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran
Tak cuma rupiah, pelemahan juga terjadi pada sebagian mata uang Asia. Baht Thailand melemah 0,46%.
Dolar Taiwan melemah 0,28%. Peso Filipina melemah 0,28%.
Ringgit Malaysia melemah 0,07%. Dolar Singapura melemah 0,05%. Dolar Hong Kong melemah 0,02%.
Sedangkan beberapa mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,42%. Yuan China menguat 0,17%. Rupee India menguat 0,02%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,04% menjadi 100,85.
Indeks dolar melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir. Selain efek suku bunga tetap, pergerakan dolar AS juga dipengaruhi oleh aksi saing serang AS dan AS di tengah konflik yang makin meluas di Timur Tengah.
Konflik berkepanjangan ini menimbulkan risiko politik bagi Presiden AS Donald Trump. Partai Republik menghadapi perjuangan berat untuk mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
