Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah belum terhenti di hari perdagangan ketujuh berturut-turut. Rabu (24/6), kurs rupiah spot melemah tajam Rp 93 atau 0,52% menjadi Rp 17.952 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah posisi paling lemah rupiah dalam hampir dua pekan terakhir.
Kurs rupiah Jisdor hari ini juga melemah Rp 87 atau 0,49% menjadi Rp 17.955 per dolar AS.
MSCI menunda peninjauan terhadap saham-saham Indonesia. Hal ini memperdalam kekhawatiran atas risiko potensi penurunan peringkat Indonesia.
Dalam review yang dipublikasikan tanggal 23 Juni, MSCI memutuskan untuk menunda peninjauan pasar Indonesia hingga November. Saat itu, MSCI baru akan menentukan apakah Indonesia akan tetap berada di level emerging market atau turun ke frontier market.
Penundaan review ini menyebabkan pasar kembali berada dalam ketidakpastian. Potensi penurunan level juga memicu arus keluar dana asing secara agresif.
Arus dana keluar akan turut memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (24) Juni 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Tak cuma rupiah, sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0,89%.
Baht Thailand melemah 0,61%. Dolar Taiwan melemah 0,41%.
Peso Filipina melemah 0,30%. Yuan China melemah 0,28%.
Dolar Singapura melemah 0,17%. Yen Jepang melemah 0,11%.
Sedangkan tiga mata uang mampu menguat di tengah pelemahan mata uang Asia. Rupee India menguat 0,08%.
Ringgit Malaysia menguat 0,07%. Dolar Hong Kong menguat 0,003%.

Baca Juga: Kurs Rupiah Anjlok 6 Hari Beruntun, Ditutup Rp 17.859 Per Dolar AS Hari Ini (23/6)
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat di hari keenam berturut-turut. Hari ini, indeks dolar menguat 0,23% menjadi 101,64.
Penguatan dolar AS ini terjadi di tengah potensi kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga menyebabkan ada potensi imbal hasil surat utang yang lebih tinggi, termasuk US Treasury.
Sementara investasi emas yang tidak memberikan imbal hasil semakin suram. Tak heran, harga emas kini makin mendekati level US$ 4.000 per ons troi.
Pergerakan harga dolar AS dan emas biasanya berkebalikan. Ketika harga emas menguat, dolar justru melemah dan sebaliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
