Kurs Rupiah Melemah di Akhir Semester I, Ditutup Rp 17.907 Per Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 16:19 WIB
Kurs Rupiah Melemah di Akhir Semester I, Ditutup Rp 17.907 Per Dolar AS
ILUSTRASI. Selasa (30/6), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 56 atau 0,31% menjadi Rp 17.907 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berbalik melemah di perdagangan terakhir semester I setelah menguat tiga hari perdagangan sebelumnya. Selasa (30/6), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 56 atau 0,31% menjadi Rp 17.907 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah melemah 0,14% di pasar spot sepanjang Juni 2026. Pada akhir Mei 2026, kurs rupiah spot berada di angka Rp 17.881 per dolar AS.

Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 43 atau 0,24% menjadi Rp 17.899 per dolar AS. Sepanjang Juni 2026, kurs rupiah Jisdor melemah 0,09% dari posisi Rp 17.883 per dolar AS pada akhir Mei lalu.

Nilai tukar rupiah melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari perdagangan terakhir di tengah penguatan dolar AS. Di sisi lain, kinerja pasar saham dan pasar keuangan Indonesia yang cenderung tertekan juga menjadi penyebab pelemahan kurs rupiah.

Baca Juga: Pelemahan Berlanjut, IHSG Turun 1,28% Disertai Net Sell Asing Hari Ini (29/6)

Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Won Korea melemah paling dalam, yakni 0,58%.

Peso Filipina terpangkas 0,27%. Ringgit Malaysia melemah 0,22%. Yen Jepang melorot 0,21%. 

Rupee India melemah 0,16%. Dolar Singapura melemah 0,14%. Dolar Hong Kong melemah 0,02%.

Sementara baht Thailand mampu menguat 0,19% terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,16% dan dolar Taiwan menguat 0,04% terhadap dolar AS.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,25% menjadi 101,36. 

Indeks dolar menguat 2,44% sepanjang Juni 2026. The greenback menguat di tengah naik turunnya perang AS dan Iran serta pelemahan harga emas ke kisaran US$ 4.000 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]