Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Pada perdagangan hari Sabtu (18/7/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan kenaikan sebesar Rp 8.000 per gram.
Harga emas Antam berada di posisi Rp 2.614.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.606.000 per gram.
Rincian Pergerakan Harga Emas Antam dan Buyback
Berapa selisih antara harga beli dan harga buyback emas Antam ?
| Keterangan | Harga (per gram) |
| Harga Emas Antam | Rp 2.614.000 |
| Harga Buyback | Rp 2.349.000 |
| Selisih (Spread) | Rp 265.000 |
Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 18 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran
Kenaikan harga emas ini diikuti oleh penguatan harga buyback oleh Logam Mulia sebesar Rp 16.000 per gram, menjadi Rp 2.349.000 per gram.
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih antara harga beli dan harga buyback saat ini berada di angka Rp 265.000 per gram.
Perlu diingat bahwa harga emas merupakan harga saat investor membeli di gerai Logam Mulia, sedangkan buyback adalah harga saat investor menjual kembali emas tersebut.
Analisis Potensi Keuntungan Investasi Emas Batangan Jangka Panjang
Memahami dua jenis harga ini sangat krusial agar investor tidak salah dalam menghitung potensi untung dan rugi. Berikut adalah ilustrasi kalkulasi performa investasi emas batangan berdasarkan periode pembelian:
| Tanggal Pembelian | Harga per gram | Potensi Laba/Rugi |
| 11 Juli 2026 | Rp 2.655.000 | -11,53% (Rugi) |
| 18 Juni 2026 | Rp 2.703.000 | -13,10% (Rugi) |
| 18 April 2026 | Rp 2.884.000 | -18,55% (Rugi) |
| 18 Januari 2026 | Rp 2.663.000 | -11,79% (Rugi) |
| 18 Oktober 2025 | Rp 2.428.000 | -3,25% (Rugi) |
| 18 Juli 2025 | Rp 1.917.000 | 22,54% (Untung) |
| 18 April 2025 | Rp 1.965.000 | 19,54% (Untung) |
| 18 Januari 2025 | Rp 1.587.000 | 48,02% (Untung) |
| 18 Oktober 2024 | Rp 1.503.000 | 56,29% (Untung) |
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (18 Juli 2026), Turun atau Naik?
Mengingat selisih harga jual dan harga beli (spread) yang cukup tebal, emas batangan sangat disarankan untuk tujuan investasi jangka panjang.
Strategi ini diharapkan mampu menutup selisih harga saat pembelian dan memberikan keuntungan bagi investor saat harga pasar meningkat di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
