Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah akhirnya menghentikan pelemahan yang telah terjadi sembilan hari perdagangan beruntun. Rabu (23/9), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 66 atau 0,37% menjadi Rp 17.818 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah penguatan rupiah pertama setelah melemah sembilan hari.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor pun menguat Rp 80 atau 0,45% menjadi Rp 17.803 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) hari ini menahan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%. BI menahan suku bunga dalam tiga bulan terakhir ini setelah sebelumnya mengerek BI Rate 100 basis points (bps) hanya dalam dua bulan periode Mei-Juni.
Dalam pernyataan, BI menyebutkan bahwa keputusan untuk menahan suku bunga ini konsisten dengan strategi untuk stabilisasi rupiah di tengah tekanan eksternal. Kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Batangan Antam Hari Ini (23/9), Cek Semua Ukuran
Pergerakan rupiah hari ini berbeda dengan mayoritas mata uang Asia yang melemah. Selain rupiah, penguatan hanya terjadi pada peso Filipina dan dolar Hong Kong yang menguat masing-masing 0,13% dan 0,004%.
Won Korea mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,87%. Yen Jepang melemah 0,32%.
Baht Thailand melemah 0,31%. Dolar Singapura melemah 0,21%. Rupee India melemah 0,13%.
Yuan China melemah 0,10%. Ringgit Malaysia melemah 0,08%. Dolar Taiwan melemah 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat 0,23% menjadi 100,83. Indeks dolar menguat dalam tiga hari beruntun dan bertahan di atas level 100 dalam enam hari perdagangan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
