INVESTASI BODONG
Investasi bodong kini semakin menjamur.
Sudah banyak yang menjadi korban, mari kita belajar lebih tahu soal investasi bodong !
  • Awas
    Gunung Es
    Investasi Bodong

Hasil Investasi Selangit

Siapa yang tidak ngiler melihat iming-iming hasil investasi selangit? Coba saja lihat perbandingannya dengan bunga dari deposito yang ditawarkan bank sebagai institusi resmi

Investasi Bodong di Indonesia

Tak ada catatan formal sejak kapan investasi bodong (bohong) ada di Indonesia. Tapi investasi bodong sudah ada sejak lama. Berdasar penelusuran KONTAN, setidaknya investasi bodong sudah makan korban sejak 1975.

Banyak modus dipakai para pemangsa investor lugu ini. Mulai dari perusahaan berkedok agribisnis, intan, emas, sampai produk canggih finansial di luar negeri. Di zaman internet sekarang ini, investasi bodong semakin merajalela dan mudah menghilang tanpa jejak.

Berikut jejak-jejak investasi bodong di Indonesia (1975-2014)

Kenapa banyak orang
tetap silau?

Korban terus berjatuhan. Miliaran bahkan triliunan melayang
Tokoh besar terlibat. Tapi, mengapa orang tetap silau?

Jerat Undang-Undang yang Makin Kendor

Hukuman untuk Penyelenggara Investasi Bodong

Tahun 1987 negeri ini pernah digemparkan Yayasan Keluarga Adil dan Makmur, arisan berantai yang berhasil mengumpulkan dana Rp 20 miliaran. Pemerintah pun seperti tergagap menempatkannya dalam ranah hukum. Para pejabat publik, seperti Menteri Dalam Negeri, Kapolri, dan Menteri Keuangan saling melempar “bola panas” arisan ini. Akhirnya, Yusuf Ongkowijoyo penyelenggara arisan berantai dijerat pidana penipuan dan korupsi dengan hukuman penjara 15 tahun.

Setelah itu, praktis tak ada hukuman yang cukup berat untuk para penyelenggara kejahatan keuangan. Walau sebenarnya ada banyak kasus investasi bodong yang menjerat ribuan orang dengan kerugian total triliunan rupiah. Para penjahat keuangan itu memanfaatkan nama-nama besar untuk menjerat investor, seperti QSAR (wakil presiden, ketua MPR dan ketua DPR), GTIS (ketua DPR dan ketua MUI).

Banyak pengelola investasi bermasalah lolos dari hukuman pidana. Sebagian besar bahkan hilang dengan uang investasinya sebelum otoritas industri keuangan maupun polisi mulai turun tangan. Beberapa pelaku malah cuma dideportasi ke negara asalnya, karena penegak hukum merasa tidak bisa mengadili warga negara asing.

Bandingkan dengan hukuman untuk Bernard Madoff, pelaku kejahatan investasi di Amerika di tahun 2008, yang dijatuhi hukuman penjara 150 tahun. Atau Charles Ponzi, penyelenggara investasi bodong tahun 1882, yang harus menjalani sisa hidupnya dalam penjara.

Sikap tegas otoritas keuangan dan hukuman pidana berat untuk penyelenggara investasi bodong sempat membuat investasi bodong mereda. Tapi kondisi perekonomian yang memburuk di tahun 90-an membuat investasi bodong kembali marak. Seiiring melemahnya jerat hukum untuk para penipu berkedok investasi, maka investasi bodong pun makin membanjir bak air bah yang tak bisa dibendung.
uu kepailitan

UU Kepailitan

  • UU No 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
  • Kini muncul tren untuk memasukkannya dalam pengadilan niaga di bawah UU Kepailitan. Artinya semua masalah dianggap sebagai utang piutang biasa. Penyelenggara investasi bodong cukup menyerahkan sisa aset untuk menyelesaikan semua kewajibannya. Jangan tanya sisa aset perusahaan-perusahaan itu seperti apa, karena pastilah sudah dikeruk sang empunya dari awal.

KUHP

  • Kitab UU Hukum Pidana
  • KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) adalah batu landasan utama untuk menjerat pengelola investasi bodong. Biasanya polisi akan menjerat mereka dengan pidana penipuan. Sayangnya penipuan masuk dalam delik aduan, artinya polisi baru bisa bergerak kalau ada investor atau otoritas industri keuangan yang mengadu.

UU Perbankan

  • UU No 14 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan
  • UU No 7 tahun 1992 tentang Perbankan
  • UU No 10 tahun 1998 tentang Perbankan
  • UU Perbankan punya pasal ampuh menjerat pelaku investasi bodong: siapa pun yang menghimpun dana masyarakat tanpa izin Menteri Keuangan diancam penjara 15 tahun dan denda Rp 20 miliar. Sungguh sayang, UU Perbankan makin ditinggalkan setelah munculnya UU Bank Indonesia dan UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

UU Bank Indonesia

  • UU No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia
  • UU No 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia
  • UU No 6 tahun 2009 tentang perpu menjadi UU Bank Indonesia

UU OJK

  • UU No 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
  • UU Otoritas Jasa Keuangan. Dulu, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan kerap saling lempar tanggung jawab terkait investasi bodong. Maka lahirlah OJK yang diharap menjadi pengawas tunggal industri keuangan. Namun tidak ada sepotong pasal pun dalam UU OJK yang memuat kewajiban badan ini menyelesaikan masalah investasi bodong.

TPPU

  • UU No 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang
  • UU No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Tindak Pidana Pencucian Uang
  • UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Bagaimana Caranya Menghindari
Jebakan INVESTASI BODONG?

Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong

Janjinya:

Hasil investasi besar

Hasil investasi besar adalah gula-gula utama untuk memikat para investor. Tapi ingat uang tidak turun dari langit, pengelola investasi harus punya instrumen investasi atau bisnis dengan keuntungan besar

 

Pasti untung

Apalagi kalau keuntungan itu diberikan secara pasti kepada Anda tiap bulan. Ingat, rumus utama investasi adalah keuntungan dan risiko. Tidak ada investasi yang pasti untung.

 

Sudah dipercayai selebriti, pejabat publik, bahkan para pemuka agama.

Mereka mungkin orang-orang baik dan terkenal, tapi mereka semua bukan ahli investasi. Jadi mungkin saja mereka sedang sama-sama terjebak dengan Anda.

Nyatanya:

Tiba-tiba imbalan yang dijanjikan tersendat

Investor mulai gerah dan berencana menarik investasinya

 

Anda tidak bisa menarik hasil yang dijanjikan

 

Penyelenggara tiba-tiba menghilang atau ditahan polisi

Penyelenggara cuma memanfaatkan nama orang terkenal untuk menarik orang masuk dalam jebakan

Beragam Kedok Investasi Bodong

Penipuan berkedok investasi biasanya memakai berbagai skema investasi.
Tapi pada dasarnya skemanya bisa dikategorikan menjadi 2

"Be Smart Investor"

Kejahatan kerah putih ini makin merajalela,
skemanya semakin canggih dan iming-imingnya kian menyilaukan.
Sialnya, kita tak bisa berharap ada otoritas atau lembaga pemerintah yang akan memberi peringatan tawaran investasi bodong di awal.
Mereka baru bertindak setelah jatuh korban.
Maka, tak ada jalan lain, kita sendiri yang harus bisa memilih secara cerdas dan bijak.

Sumber :
Tabloid Kontan 1996-2014     |
Harian Kontan 2007-2015
www.kontan.co.id     |
Pusat Informasi Kompas (PIK)
Statistik Bank Indonesia     |
www.investopedia.com
ABOUT US
~ EDITORIAL ~
Djumyati Partawidjaja
~ DATA ~
Immanuel Alexander & Sigit Kuncoro
~ Video & Visual Graphic~
Achmad Fauzi & Dimas Riyadi