Bandung Lautan Bencana

Bencana alam bisa datang kapan saja dan menerjang siapa saja. Tak perlu daerah ekstrem, kendaraan yang parkir di tengah kota pun sekonyong-konyong bisa terseret banjir. Tapi apakah betul bencana alam tidak bisa kita cegah?

Mengenal Tanah Parahyangan

Banyak bencana alam datang karena ulah manusia. Sebut saja banjir yang makin melebar dan terus merangsek maju ke tengah kota Bandung di akhir tahun 2016. Padahal Bandung kota yang cukup tinggi, berada di ketinggian 675 - 1.050 dpl*. Ibu kota Jawa Barat ini juga terletak di dalam cekungan geologi purba yang dikelilingi 115 gunung besar dan kecil. Jawa Barat sendiri adalah provinsi dengan jumlah penduduk 46,7 juta. Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

*(dpl=di atas permukaan laut)

Mayoritas industri manufaktur ada di tanah parahyangan. Ada tekanan yang sangat besar untuk mengalih fungsikan lahan. Ada banyak hutan berganti fungsi menjadi rumah untuk pemukiman dan tempat usaha seperti pertanian, pertambangan, atau kawasan industri.

KENAPA BENCANA ITU SELALU DATANG

Bencana alam banyak terjadi karena eksploitasi sumber daya alam yang tak terkontrol. Ditambah, makin banyak orang tak mau peduli dengan kebersihan dan kelestarian alam sekitarnya. Jangan tanya sudah berapa besar upaya pemerintah menjaga lingkungan hidup. Ada terlalu banyak kepentingan untuk mengeksploitasi alam tanpa ada perangkat yang bisa melindungi dengan memadai.

Memasuki tahun baru, jangan berpikir bencana banjir dan longsor sudah selesai. Banjir pun hanya puncak dari gunung es masalah lingkungan yang terjadi di Jawa Barat. Atau kalau mau bicara lebih luas lagi, Indonesia secara keseluruhan setelah era otonomi daerah.

Bencana Alam di Jawa Barat

Team Member

Team Member

Team Member

Hancurnya Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah tempat yang paling penting untuk sebuah daerah bisa menjaga ketersediaan air bersih. Tapi masalah DAS yang biasanya melintasi daerah administratif dan kewenangan kementerian, membuat daerah ini menjadi daerah yang rumit untuk dikelola.

Hampir semua kota/kabupaten di Jawa Barat memiliki lahan kritis. Lahan kritis di beberapa daerah bahkan sudah mencapai puluhan ribu hektar. Di Kabupaten Bandung Barat, 21,85% luasan daerahnya sudah masuk dalam kategori lahan kritis. Menurut survei terakhir di tahun 2013 lahan kritis di DAS Citarum-Ciliwung dan DAS Cimanuk-Citanduy sudah mencapai ratusan ribu Hektar



LAHAN KRITIS PER KABUPATEN/KOTA

(Klik tabel untuk data selengkapnya)
Kota/Kabupaten Sangat Kritis (ha) Kritis (ha) Total Kritis % Kritis
Kabupaten Garut 8,973.39 48,956.08 57,929.47 18.84%
Kabupaten Sukabumi 7,968.16 41,799.76 49,767.92 12.00%
Kabupaten Tasikmalaya 7,157.57 27,462.33 34,619.90 13.57%
Kabupaten Bandung 1,134.63 30,170.29 31,304.92 17.71%
Kabupaten Bandung Barat 964.16 27,562.63 28,526.79 21.85%
Kabupaten Sumedang 1,100.00 13,176.11 14,276.11 9.40%
Kabupaten Ciamis 326.16 10,665.70 10,991.86 7.77%
Kabupaten Bogor 677.86 8,982.76 9,660.62 3.56%
Kabupaten Karawang 462.45 8,451.91 8,914.36 5.40%
Kabupaten Subang 786.18 7,261.59 8,047.77 4.25%
Kabupaten Majalengka 165.23 7,614.78 7,780.01 6.46%
Kabupaten Purwakarta 343.55 6,637.63 6,981.18 8.45%
Kabupaten Pangandaran 134.26 3,938.44 4,072.70 4.03%
Kabupaten Kuningan 302.56 2,026.49 2,329.05 2.10%
Kota Tasikmalaya - 2,296.88 2,296.88 13.38%
Kabupaten Cirebon - 629.34 629.34 0.64%
Kota Cimahi - 432.66 432.66 11.02%
Kota Bandung - 343.83 343.83 2.05%
Kabupaten Indramayu 13.82 310.7 324.52 0.16%
Kota Bogor - 303.22 303.22 2.56%
Kota Banjar - 41.41 41.41 0.36%
Kabupaten Bekasi - 9.37 9.37 0.01%
Kota Sukabumi - 4.73 4.73 0.10%
Kota Cirebon - - - 0.00%
Kota Bekasi - - - 0.00%
Kota Depok - - - 0.00%
Kabupaten Cianjur 10,442.17 52,935.49 63,377.66 16.50%


Ketika lahan hijau tergusur tempat tinggal & pertambangan

Semakin banyak jumlah penduduk di sebuah daerah, pembangunan tempat tinggal dan usaha yang dianggap menguntungkan pun makin agresif. Lereng-lereng gunung yang harusnya jadi daerah resapan air, banyak beralih fungsi menjadi tempat tinggal atau pertanian.

Di cekungan Bandung seharusnya ada banyak kawasan lindung di sepanjang daerah aliran sungai.

Alih Fungsi Lahan yang Masif

Alih fungsi lahan di Jawa Barat sangat masif. Dalam 5 tahun terakhir terjadi lonjakan tempat usaha dan pemukiman ratusan ribu hehtar

Perluasan Lahan Pemukiman

Lahan Sawah yang beralih fungsi

Masalah Sampah yang Makin Menggunung

Pengelolaan sampah yang seharusnya jadi perhatian setiap otoritas daerah, ternyata masih banyak terbengkalai. Sampah pun menggunung di mana-mana. Di Jawa Barat, banyak pemda kewalahan menangani sampah.

Bencana telan kerugian belasan triliun

Seharusnya pemerintah bisa lebih bijak mengelola dan menata lingkungannya karena setiap bencana alam selalu menimbulkan banyak kerugian, baik materi maupun jiwa.

Sumber: Data olahan Walhi Jawa Barat.

Anggaran Pengelolaan Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana Jawa Barat

Untuk mengatasi banjir di cekungan Bandung, Pemerintah Kota Bandung membangun tol air, sumur resapan, situ dan membersihkan drainase. Sayangnya ada banyak pe er lain yang harus diselesaikan untuk membuat sebuah kawasan bebas banjir.

Sebut saja, tindakan tegas untuk pelanggaran alih fungsi lahan. Selain itu, ada banyak masalah lain dari hulu-hilir sungai yang selalu macet karena buruknya koordinasi pemerintah daerah, pusat dan kementerian yang terkait.

Penyelesaian masalah lingkungan hidup pun tak pernah jadi prioritas. Lihat mininya dana untuk lingkungan hidup. Di Jawa Barat, dana pengelolaan urusan lingkungan hidup, tak pernah melebihi 0,24% dari total APBD.